Pages

Monday, 30 December 2013

kisahku dengan dirinya


Namaku Tita, aku gak akan memperkenalkan diriku lebih dalam lagi. Karna disini aku ingin bercerita tentang kisahku dengan dirinya. Iya, Dia :’) dia seseorang yang tinggi besar, bermata indah, seseorang yang sangat cuek dan mempunyai suara yang khas. Aku menyukainya sejak pertama kali aku bertemu dengan dia, pertemuan yang tak sengaja. Tak pernah berjabat tangan, ya, seiring berjalannya waktu kita saling mengenal walaupun tak dekat. Pertemuan kedua, dan pertama kali aku pergi bersama dengan dirinya, dia seseorang yang cuek tapi sangat mengerti apa yang dibutuhkan seorang wanita. Dia memperlakukanku dengan baik, ya, sangat baik. Perasaanku semakin menjadi-jadi, aku mengagumi sosoknya yang lemah lembut kepadaku. Wanita mana yang tak luluh saat ada seorang lelaki selalu menyempatkan waktu mendengar cerita bodoh kita, selalu menguatkan kita saat kita berada pada titik paling lemah, saat kita benar-benar tak mampu lagi untuk menjalani semuanya? Saat itu, aku memiliki masalah besar yang membuatku ingin mati saja. Tapi, dia datang dan menguatkanku. Pertemuan ketiga, saat itu kita menonton sebuah acara besar dikotaku, dikeramaian itu dia meminta agar aku tak jauh-jauh dari dia, dia takut jika aku hilang dari kerumunan orang-orang yang melihat acara itu. Dia memperlakukanku dengan manis, dia sering kali melihat aku dan bertanya apa yang terjadi denganku, aku suka lelaki seperti itu. Pertemuan keempat, waktu itu kita pergi ditempat menurutku adalah tempat yang romantis. Seperti biasanya, dia memperlakukan layaknya permaisuri raja. Suasana ditempat itu sungguh membuatku nyaman, apalagi ada dia disampingku... pertemuan kelima, adalah pertemuan yang benar-benar ingin membuatku teriak sekencang-kencangnya untuk menyatakan perasaanku kepadanya, tapi gengsi masih menutupi perasaanku ini. aku ingin mengulang pertemuan itu, pertemuan yang manis untukku. Berbulan-bulan kita saling berkomunikasi lewat sms, ya walaupun hanya sedikit pertemuan didalamnya. Disms, dia sangat cuek, beda dengan saat bertemu. Waktu itu, dia mengajakku pergi lagi, tapi ya aku sedang ada acara, tapi dia tetap ingin mengajakku pergi dihari yang berbeda. Selanjutnya, pertemuan keenam, pertemuan yang tak ingin aku akhiri, ini adalah pertemuan terakhir untukku dan untuknya. Pertemuan yang membuat kita saling membisu, pertemuan yang tak seperti biasanya, dia berubah drastis. Setelah dia mengantarkan aku pulang, aku bertanya kenapa dia seperti itu, apakah dia ada masalah? Dan, jawaban yang tak ingin aku dengarpun menjawab, dia tak ingin menggangguku lagi, dia ingin menjauh dariku karna suatu alasan, dia menghapus nomer hpku, dia menyuruhku dewasa saat tanpa dia. Perasaanku sakit saat mengetahui itu semua, aku tak mampu lagi menahan perasaanku, hingga aku jujur tentang perasaanku terhadapnya, aku sayang dia... tapi semua terlambat, dia tetap tak mempedulikan perasaanku itu, kata terakhir yang dia kirim lewat sms adalah “maaf membuatmu seperti ini dan take care ya” hanya itu. Air mataku tak mampu tuk aku bendung lagi, menetes layaknya sungai yang mengalir. Bagaimana mungkin aku bisa menjalani hidupku tanpa dia disampingku lagi? Dia yang selalu ada untukku, dia yang selalu menguatkan aku. Bagaimana aku bisa???