Taukah kamu bila setiap detik, menit
bahkan jam aku selalu memikirkanmu tanpa henti? Aku tak tau mengapa seperti
ini. mungkin aku telah terperangkap oleh sesuatu hal yang sering dikatakan
orang dengan sebutan ‘cinta’. Apakah aku jatuh cinta denganmu? Aku tak pernah
merasa seperti ini sebelumnya, atau bisa saja aku anggap jika kamu adalah cinta
pertamaku? Aku tidak percaya dengan semua ini... perkenalan kita waktu itu
hanya sebatas perkenalan biasa dan aku rasa tak akan lebih mendalam seperti
ini. apa kamu disana juga merasakan perasaan yang sama dengan apa yang aku
rasa? Entahlah...aku tak pandai menilai gerak-gerik seseorang apakah ia
menyukaiku, menyayangiku, membenciku atau bahkan ia mencintaiku, mungkin karna
aku terlalu polos tak terlalu mengerti apa itu perasaan, karna setiap orang
berbeda. Disetiap hariku, aku selalu berharap bertemu denganmu, aku berharap
Tuhan mempertemukan kita dalam keadaan sengaja ataupun tidak disengaja. Aku tak
mengerti, bagaimana cinta bisa tumbuh pada seseorang yang tak pernah bertemu?
Aku rasa benar apa yang dikatakan orang, cinta tak butuh alasan bagaimana bisa
datang dan pergi. Yang pasti, saat kita merasakan jatuh cinta, dunia ini terasa
didalam surga nan indah, tapi...saat cinta itu mengkhianati, semua berubah
menjadi neraka. Aku tak ingin berharap lebih dengan ini, telah mengenalmu saja
aku merasa lebih dari cukup. Biarkan saja Tuhan yang menentukan jalan hidup
kita berdua. Jika kita jodoh, kita akan dipersatukan suatu saat nanti, aku
yakin :)
Tidak semua yang saya tulis adalah saya. Tidak semua yang anda baca adalah anda, dia ataupun mereka.
Monday, 21 April 2014
Friday, 18 April 2014
Aku merindumu...
Pernahkah kau
merasa, jarak diantara kita? Aku tak mengerti apa yang sedang digariskan Tuhan
dalam jalan cerita yang telah Ia tulis disana. Yang pasti aku dan kamu sekarang
ini sedang dipisahkan dalam ruang, jarak dan waktu. Aku tak bisa melihatmu, begitupun
kamu. Aku tak bisa menyentuh jemari tanganmu, begitupun kamu. Aku tak bisa
memelukmu dalam dinginnya waktu yang aku lalui sendiri tanpamu, begitupun kamu.
Namun...dalam perpisahan ini, aku yakin kita hanya dipisahkan sebentar saja.
Sampai Tuhan sadar bahwa kita telah ditakdirkan untuk tetap bersama dalam
keadaan apapun, aku yakin. Aku masih menunggu waktu yang aku nanti-nanti datang
tiba-tiba menghampiriku. Kamu...apakah kamu merasakan sesuatu yang sama ketika
kita dipisahkan? Atau mungkin hanya aku yang bertahan sendiri disini untuk
mempersatukan kita seperti dulu lagi? Aku harap tidak demikian, aku tau persis
apa yang ada di dirimu, kamu menyayangiku. Namun aku juga tak mengerti, rasa
sayangmu kepadaku sebenarnya hanya sekedar sayang kepada teman atau lebih dari
itu. Dalam derasnya waktu yang terus mengalir, aku merindukan kamu berada
disampingku dengan memberikan aku celotehan-celotehan lucu yang bisa
menghiburku saat hatiku sedang sedih. Semua yang telah kita lalui tak mungkin
bisa aku lupakan secepat kilat menyambar. Disini, aku masih mengingat persis
kenangan tentang kita. Aku merindumu.....
Subscribe to:
Comments (Atom)