Pages

Friday, 18 April 2014

Aku merindumu...


Pernahkah kau merasa, jarak diantara kita? Aku tak mengerti apa yang sedang digariskan Tuhan dalam jalan cerita yang telah Ia tulis disana. Yang pasti aku dan kamu sekarang ini sedang dipisahkan dalam ruang, jarak dan waktu. Aku tak bisa melihatmu, begitupun kamu. Aku tak bisa menyentuh jemari tanganmu, begitupun kamu. Aku tak bisa memelukmu dalam dinginnya waktu yang aku lalui sendiri tanpamu, begitupun kamu. Namun...dalam perpisahan ini, aku yakin kita hanya dipisahkan sebentar saja. Sampai Tuhan sadar bahwa kita telah ditakdirkan untuk tetap bersama dalam keadaan apapun, aku yakin. Aku masih menunggu waktu yang aku nanti-nanti datang tiba-tiba menghampiriku. Kamu...apakah kamu merasakan sesuatu yang sama ketika kita dipisahkan? Atau mungkin hanya aku yang bertahan sendiri disini untuk mempersatukan kita seperti dulu lagi? Aku harap tidak demikian, aku tau persis apa yang ada di dirimu, kamu menyayangiku. Namun aku juga tak mengerti, rasa sayangmu kepadaku sebenarnya hanya sekedar sayang kepada teman atau lebih dari itu. Dalam derasnya waktu yang terus mengalir, aku merindukan kamu berada disampingku dengan memberikan aku celotehan-celotehan lucu yang bisa menghiburku saat hatiku sedang sedih. Semua yang telah kita lalui tak mungkin bisa aku lupakan secepat kilat menyambar. Disini, aku masih mengingat persis kenangan tentang kita. Aku merindumu.....

No comments:

Post a Comment