sejak pertama kali aku
melihat senyuman yang kau torehkan kepadaku. Terasa duniaku berimajinasi
layaknya novel teenlit yang pernah aku baca. Mulai saat itu aku merasakan suatu
getaran yang berbeda saat melihat dirimu dihadapanku. Diam-diam dari kejauhan aku
memperhatikan sikapmu yang kadang tak pernah kau sadari. Bahkan bayanganmu
selalu menari-nari dipikiranku, hingga saat aku tidurpun yang berada dalam
mimpi indahku adalah dirimu. Padahal aku tau kau sangat dingin kepadaku. Inikah
yang dinamakan cinta? Secepat inikah aku merasakan cinta terhadapmu? Aku tak
pernah bosan mencari tau semua tentang kamu. Ya, tak pernah bosan. Aku bermimpi
suatu hari nanti dapat bersama denganmu, berada dalam langkah yang sama. Dalam
doa yang selalu aku ucap, aku ingin mengubah duniaku dan duniamu menjadi dunia
kita. Dapatkah doa dan mimpiku ini menjadi kenyataan? aku mencoba mendekatimu
perlahan-lahan, walaupun aku tau aku akan dianggap sebagai wanita yang aneh
karena tiba-tiba mendekatimu. Aku tak peduli apa kata mereka, aku hanya ingin
berkenalan dan mencari tau tentang kamu lebih dalam lagi. Dan, pada akhirnya
aku memberanikan diri menanyakan namamu. Adit, nama indah yang diberikan oleh 2
malaikat yang membuatmu ada didunia ini.
Kembali seperti saat pertama bertemu,
senyumanmu membuat hatiku meleleh. Aku tak percaya, tiba-tiba saja kau datang
menemui aku dan mengajakku pergi menonton dibioskop. aku tak dapat menolak
tawaranmu, dengan sigap aku segera menerima tawaranmu itu. Ditempat itu kamu
memberiku banyak perhatian, aku sangat senang kau memperlakukan itu terhadapku.
Aku sangat merasa nyaman berada disampingmu, aku berharap kamu dan aku dapat
untuk seperti ini. ditengah-tengah menonton film itu kamu diam-diam mencari
waktu yang pas untuk memgang tanganku secara perlahan dan lama-kelamaan menjadi
sangat erat. Andai kau dapat merasakan apa yang aku rasa, duniaku serasa ingin
berhenti dan tak mau waktu berganti. Ini moment pertama kali aku berpegangan
tangan dengan laki-laki. Sering kali kau menoleh melihatku yang berada disampingmu
dan memberikan senyumanmu. Aku tak kuasa menahan gejolak hati yang saat itu
ingin berteriak mengatakan bahwa ia sedang bahagia. Aku tak pernah menyangka
aku dapat duduk disampingmu dan bahkan berpegangan tangan denganmu. Aku seperti
sedang bermimpi, jika benar ini semua mimpi aku tak mau bangun dan membiarkan
mimpi ini tetap berlanjut. Semakin lama aku mengenalmu semakin aku ingin
mendapatkan hatimu. aku lebih memberikanmu perhatian saat aku dan kamu pergi
berdua.
Apa kau tak dapat menyadari itu semua? Betapa aku sangat inginkan dan
sangat memujamu????? Aku tak pernah bosan mengejar cintamu. Aku selalu bersikap
baik, menolongmu saat butuh aku, selalu ada buat kamu. Tapi kamu tetap bersikap
dingin kepadaku. Apa kamu tak akan pernah bisa melihat perasaanku kepadamu?
Sesulit inikah kau mengerti hatiku?
Namun, kini aku telah lelah
dengan semuanya. Kau tak jua mengerti tentang perasaanku terhadapmu. Lebih baik
aku pergi meninggalkanmu dan memilih untuk mengubur semua perasaanku ini. aku
berharap suatu saat nanti kau akan sadar betapa aku sangat mendambamu.
No comments:
Post a Comment