Teruntuk
cahayaku,
Yang
berada jauh di sebrang tanah ini.
Musim
telah berganti, pasca pertemuan syahdu yang indah itu. Diriku ingin mengulang
masa indah seperti dulu. Waktu yang berjalan dan berlalu dengan begitu cepat, membuatku
berhalusinasi akan bayangmu yang kini semakin menjauh. Bagai bumi tanpa sinar
mentari, rasa hampa menemani hati ini. Terus terbayang hadirmu menemani jalan
hidupku yang mungkin tak sanggup aku lewati. Bayangmu terus menghantuiku. Awan
mendung menggulung, hitam pekat tiada sinar, begitu rasa hatiku. Berbeda kala
dulu ku bersanding denganmu. Gelisah menemani, dan resah yang ku rasa berjalan
beriringan dengan waktu tanpa penerang dihatiku. Kenangan yang indah tinggallah
kenangan, seakan tiada lagi harapan untuk hidup ini. semua janji dan mimpi
indah telah tertinggal dimasa lalu. Tersayat hatiku bila teringat semua itu,
ingin ku lupakan!!! Tapi mengapa?! Setiap detik dalam hariku terus teringan
tentang dirimu. Telah lenyap kebahagiaan hatiku, hanya bisa meratapi hari-hari
sendiri tanpa hadirmu disisiku. Sepoi angin malam yang sunyi, terasa dingin
merasuk ke dalam tulang. Memaksaku mencari selimut hati yang mampu
menghangatkan hati ini. kau dulu datang luluhkan hati ini, dan kini kau
menghilang, tinggalkanku sendiri. Masa penuh kenangan, hanyalah sepenggal
cerita indah masa lalu bersama denganmu. Raga yang dulu bersanding kini telah
terpisah jarak dan waktu. Janji yang terucap manis terdengar ditelinga,
tinggallah sebuah kata yang tiada arti. Tutur bicaramu yang indah, ternyata
ucapan yang tiada guna. Hanyalah kenangan manis, cerita indah, dan masa lalu
yang ceria, yang tak ingin aku lupakan tentang dirimu.....
Aku yang kau
tinggalkan
No comments:
Post a Comment