Pages

Friday, 23 August 2013

tak jelas

bagimu mungkin biasa saja, tapi bagiku ini sangat menyakitkan. aku memendam perasaan yang ingin aku utarakan padamu. mungkin aku bermimpi menginginkan dirimu untuk berada disampingku. aku tersadar dalam lamunanku, kau sudah pergi bersama dengannya. tangan halus yang dulu menggenggam erat tanganku, kini mengenggam tangan orang lain yang lebih erat dariku. pernahkah kau tau bagaimana aku mempertahankan perasaan yang ingin aku hapus dari lubuk hatiku ini? aku sakit melihatmu dengannya, aku tak sanggup menahan air mata yang menetes dipipiku. aku sangat mencintaimu, walaupun aku tau kau tak akan mengerti dan peduli dengan perasaanku itu. dalam hatiku, aku ingin aku dan kamu menjadi 'kita' yang seperti dulu, bukan perubahan yang sangat menyakitkan seperti sekarang. dulu aku bebas memandangmu, kini aku hanya bisa diam-diam memandang wajahmu. dulu aku bebas bercerita didepanmu, kini aku hanya bisa memendam cerita itu. dulu aku bebas melakukan semuanya, namun kini aku harus menjaga jarak denganmu. menyakitkan, itu yang aku rasa. aku harus berpura-pura bisu, buta, dan tuli saat berada di suatu ruangan yang sama. aku menahan amarahku, aku menahan rasa yang aku pendam, aku menahan apapun yang aku rasakan terhadapmu. semua masih sama, aku masih mencintaimu, sayang.

No comments:

Post a Comment